Bawa 10 Butir Peluru dalam Bagasi, WN Meksiko Diamankan di Bandara Ngurah Rai

Bawa 10 Butir Peluru dalam Bagasi, WN Meksiko Diamankan di Bandara Ngurah Rai – Seseorang masyarakat negara (WN) Meksiko, Jose Fabian Ibarra Valdez ditangakap petugas Aviation Security Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. Valdez ketahuan membawa 10 butir peluru dalam bagasinya.

“Benar. Bisa saya konfirmasi jika pagi barusan, personil Aviation Security Bandar Hawa Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali kembali meredam seseorang penumpang rute internasional yang didapati membawa sepuluh butir peluru aktif di koper yang dibawa,” tutur General Manager PT. Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandar Hawa Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Haruman Sulaksono dalam info tertulisnya, Senin (25/3/2019).

Haruman menjelaskan Valdez adalah penumpang maskapai JetStad Asia dengan rute Bali-Singapura. Waktu kontrol pre-screening X-Ray, Valdez tertangkap membawa 10 butir peluru yang disimpan dalam plastik bening di kopernya.

“Penumpang itu dibawa ke posko keamanan di lantai 3 Terminal Internasional untuk diminta info. Penumpang itu mengatakan jika koper itu adalah punya dari ayahnya, dan yang berkaitan mengakui tidak tahu jika ada peluru di koper yang ia bawa serta,” tutur Haruman.

Dalam penerbangan, peluru aktif digolongkan menjadi barang beresiko atau dangerous goods. Peraturan yang mengendalikan mengenai tata langkah membawa juga peluru serta senjata api ke pesawat tertuang dalam Ketentuan Menteri Perhubungan (Permenhub) No. 80 Tahun 2017 mengenai Program Keamanan Penerbangan Nasional, dan Ketetapan Direktur Jenderal Perhubungan Hawa No. SKEP/100/VII/2003 mengenai Panduan Tehnis Perlakuan Penumpang Pesawat Hawa Sipil yang Membawa Senjata Api Bersama Peluru serta tata Langkah Pengamanan Pengawalan Tahanan dalam Penerbangan Sipil.

Dengan ketentuan, penumpang yang membawa senjata api serta peluru aktif harus memberikan laporan barang bawaannya ke petugas pengaman Bandara Hawa untuk dikatakan ke petugas konter cek in. Senpi ataupun peluru aktif itu lantas akan diperlakukan menjadi security item atau dangerous goods.

“Sesudah dikerjakan kontrol selanjutnya, penumpang yang berkaitan tidak bisa tunjukkan dokumen ataupun surat izin untuk membawa peluru aktif itu,” jelas Haruman.

Sekarang ini, Valdez bersama dengan tanda bukti ditangkap pihak Aviation Security bekerjasama dengan pihak Custom serta Kepolisian Lokasi Hawa Ngurah Rai untuk kontrol selanjutnya.