Harga Cabe Bulan Ramadhan Akan Stabil

Harga Cabe Bulan Ramadhan Akan Stabil – Menteri Pertanian Amran Sulaeman meyakinkan ketersediaan bahan pangan, terutama cabai, di bln. Ramadan serta Hari Raya Idul Fitri akan terbangun. Kementerian Pertanian (Kementan) akan mengatur supply untuk melindungi supaya harga cabai tidak melambung lagi.

Jaminan ketersediaan stock cabai mengacu pada capaian panen pada Maret tempo hari. Ia juga meyakini pada musim panen pada Juni 2017 dengan luas tempat 42. 767 hektare bakal membuahkan 84. 133 ton, dengan mengkonsumsi sebesar 75. 070 ton.

Amran menceritakan, harga cabai rawit merah meraih puncak pada pertengahan Februari 2017 serta menyentuh angka Rp 150 ribu per kg (kg). Sekarang ini, harga normal cabai rawit merah telah ada di level normal, yakni di kisaran Rp 50 ribu per kg.

Dari data pantauan di banyak daerah per 30 maret 2017, di lokasi Jawa Barat, Cianjur, Kabupaten Bandung, serta Bandung, harga cabai ada di kisaran 45 ribu per kg. Bila dibanding satu minggu terlebih dulu, harga cabai rawit merah di ketiga daerah itu masihlah Rp 70 ribu per kg.

Hal yang sama saja dihadapi oleh lokasi Jawa Tengah, Semarang, Sukoharjo yang turun sampai Rp 50 ribu per kg dari mulanya Rp 70 ribu per kg. Di Jawa Timur, Malang, Magetan, Tuban serta Lamongan harga ada di kisaran Rp 45 ribu-50 ribu per kg. Hal yang sama saja dihadapi lokasi Sulawesi, Kalimantan, serta Sumatera harga cabai bergerak turun ke harga normal di tingkat produsen.

Meroketnya harga cabai sampai awal 2017 tak lepas dari anomali cuaca yang beresiko produksi serta supply. ” Melambungnya harga cabai dikarenakan aspek alam, intensitas hujan yang tinggi hingga petani tak disarankan untuk memanen di musim hujan lantaran bakal beresiko segera pada kwalitas, ” terang dia dalam info tercatat, Sabtu (1/4/2017).

Untuk menyetabilkan harga cabai berkaitan minimnya supply di musim hujan, Kementan memperlancar program pembagian gratis 10 juta bibit cabai ke orang-orang, baik segera ataupun lewat organisasi kewanitaan, serta Grup Wanita Tani (KWT).

Maksud program ini yaitu ajakan ke orang-orang untuk memakai pekarangan atau polybag untuk budidaya cabai untuk penuhi keperluan sendiri.

Terkecuali program pembagian bibit gratis, Kementan juga tengah mempersiapkan program pola tanam cabai per lokasi. Maksudnya yaitu daerah yang surplus bakal mensuplai daerah yang defisit.