Jaringan Pengedar Narkotika di Mojokerto Manfaatkan Pelajar Sebagai Kurir

Jaringan Pengedar Narkotika di Mojokerto Manfaatkan Pelajar Sebagai Kurir – Jaringan pengedar narkotika di Mojokerto mulai manfaatkan pelajar menjadi kurir. Salah seseorang korbannya ialah siswi SMK asal Kecamatan Trawas. Tergiur dengan imbalan sebungkus rokok, gadis yang tengah hamil tua ini nekat jadi kurir sabu.

Kapolsek Trawas AKP Pujiono menjelaskan, siswi kelas XII SMK ini dibekuk di toko punya masyarakat Desa Kesiman, Kecamatan Trawas, Mojokerto, Kamis (7/2) seputar jam 09.30 WIB. Waktu diamankan, gadis memiliki rambut pendek ini tengah menanti seorang yang pesan sabu itu.

“Ia cuma untuk kurir,” kata kapolsek, Jumat (15/2/2019).

Tidak hanya tangkap gadis itu, polisi pun mengambil alih 1 paket irit (pahe) sabu seberat 0,2 gr menjadi tanda bukti. Narkotika kelompok I itu diketemukan petugas di saku depan jaket jeans yang digunakan si gadis.

Sayangnya, sampai sekarang ini polisi belumlah dapat mengidentifikasi pengedar yang manfaatkan gadis itu menjadi kurir. “Terduga sesaat masih tetap satu. Masih tetap kami bangun orang yang memerintah gadis itu,” tutur Pujiono.

Gadis berpenampilan tomboi ini, menurut Pujiono, nekat jadi kurir sabu cuma untuk memperoleh sebungkus rokok. Gadis ini memang suka merokok. Diluar itu, gadis asal Kecamatan Trawas ini sempat juga mencicip sabu.

“Ia dijanjikan rokok, belumlah sampai diberi telah diamankan,” terangnya.

Sebab termasuk berumur dewasa, lebih Pujiono, gadis berumur 18 tahun itu tidak memperoleh perlakukan spesial dalam proses hukum. Sekarang ia ditahan di Polsek Trawas sampai proses penyelidikan pada kasusnya selesai.

“Setatusnya memang masih tetap pelajar tetapi usianya telah dewasa,” katanya.

Gadis kurir sabu ini mesti mendekam dibalik jeruji besi dalam keadaan hamil tua. Ia hamil karena jalinan di luar nikah.

“Ia sekarang ini tengah hamil 35 minggu,” jelas Wakapolres Mojokerto Kompol Ki Inspirasi Bagus Tri waktu jumpa wartawan di kantornya, Jalan Gajah Mada, Mojosari.