Pembuat Serta Yang Menerbangkan Terancam Hukuman Dua Th Penjara Atau Denda Rp 500 Juta

Pembuat Serta Yang Menerbangkan Terancam Hukuman Dua Th Penjara Atau Denda Rp 500 Juta – Dua balon hawa ukuran raksasa diketemukan di lokasi Kalasan serta Berbah, Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta. Meski sebenarnya balon hawa yang diterbangkan itu benar-benar mengganggu penerbangan pesawat terbang. Terlebih diantaranya ada di area Pangkalan Hawa Adisutjipto. Pembuat serta yang menerbangkan terancam hukuman dua th. penjara atau denda Rp 500 juta.

” Ada yang ditambahkan dengan kaleng roti buat sumbu serta minyak, ini benar-benar membahayakan pesawat terbang, ” kata Komandan Pangkalan Hawa Adisutjipto Yogyakarta Marsekal Pertama Novyan Samyoga sembari menunjuk serta memegang balon dari plastik ukuran benar-benar besar, Selasa, 4 Juli 2017.

Dua balon ukuran raksasa itu diketemukan tempo hari, Senin, 3 Juli 2017. Diameter bawah dekat sumbu memanglah tdk besar, cuma lebih kurang 150 sentimeter sampai 200 sentimeter. Tapi diameter tengah balon menggapai 7 mtr.. Panjangnya (tinggi) menggapai 8 mtr..

Dengan ukuran besar itu, warga yang buat balon hawa itu memakai rangkaian bambu serta dawai besi. Plastik disambung demikian rupa dengan lakban bening tidak tebal selanjutnya dipanaskan dengan setrika (di lapis kain) .

” Balon-balon itu dari arah utara, seperti dari Magelang, Temanggung, Wonosobo serta daerah beda. Seandainya yang di Jawa Timur, dikarenakan arah angin, tdk hingga ke Yogyakarta, ” kata dia.

Sepanjang tiga hari 26-29 Juni 2017, ada laporan dari pilot pesawat terbang yang memandang terdapatnya balon hawa yang merisaukan penerbangan. Ada jumlah 41 laporan dari beberapa pilot yang memandang balon-balon ukuran raksasa. ” Laporan itu ada jumlah 41, bukanlah artinya ada 41 balon, dapat saja yang di lihat oleh satu pilot sama juga dengan balon yang di lihat pilot beda, ” kata Novyan.

Banyak pilot memandang balon pada ketinggian di ata 30 ribu kaki. Apabila balon itu masuk dalam mesin pesawat dapat menyebabkan fatal. ” Seandainya tertabrak tdk saat beresiko, namun seandainya masuk ke mesin, lebih-lebih ada kaleng roti itu benar-benar membahayakan, ” kata dia.

Pihak Angkatan Hawa marah, bersama-sama kepolisian lagi tengah mencari sumber balon hawa itu. Baik pembuat atau yang menerbangkan. Terlebih telah ada pasal yang dapat menjerat beberapa pembuat serta yang menerbangkan balon hawa itu dengan ancaman hukuman 2 th. penjara atau denda optimal Rp 500 juta.

” Yakni pasal 53 Undang-undang nomer 1 th. 2009 terkait penerbangan. Pemeran dapat dipenjara 2 th. atau denda optimal Rp 500 juta, ” kepala Penerangan serta Perpustakaan Pangkalan Hawa Adisutjipto Yogyakarta Mayor (Sus) Giyanto.

Karena sangat geramnya, Novyan dapat mengerahkan helikopter buat turunkan balon raksasa, langkahnya dengan menjatuhkan pemberat ke balon itu. ” Pastinya dijatuhkan di ruangan bebas masyarakat atau di tanah luas, ” kata Novyan.

Menurut Kepala Bandar Hawa Adisutjipto Agus Pandu Purnama, memanglah ada jumlah 41 laporan dari pilot yang memandang balon-balon itu. Banyak pilot sama-sama komunikasi serta komunikasi dengan menara kontrol. ” Wejangan saya, seandainya menerbangkan balon telah jadi adat, diikat saja. Seandainya masihlah dibawah 1. 000 kaki masihlah aman, ” kata dia.

Lebih dari satu lokasi seperti Wonosobo, penduduk menerbangkan balon raksasa selagi Lebaran. Menerbangkan balon itu telah jadi adat. Tapi sebetulnya balon-balon itu mengintimidasi keselamatan pesawat terbang.