Polsek Padalarang Polsek Cimahi Berhasil Tangkap 2 Sepesialis Pemecah Kaca

Polsek Padalarang Polsek Cimahi Berhasil Tangkap 2 Sepesialis Pemecah Kaca – Dua pemeran kejahatan pencurian dengan pemberatan spesialis pecah kaca sukses diringkus oleh deretan kepolisian dari Polsek Padalarang, Polres Cimahi.

Mereka di tangkap di lokasi Cianjur sehabis melaksanakan aksinya di halaman parkir Masjid Al Irsyad kompleks perumahan elit Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat.

Ke-2 pemeran yaitu Gun Gun Gunawan bin Ade Sopian dengan kata lain Jujun warga Cianjur, serta Iyan Rahadi bin Ahmad Amsari. Pemeran mengakui sebelum saat beraksi belajar langkah memecahkan kaca mobil memanfaatkan busi kendaraan dari internet lewat chanel YouTube. Itu dijalankannya di beberapa warnet yang ada pada area Cianjur.

” Saya belajar dari YouTube sepanjang 1 bulan bagaimanakah caranya memecahkan kaca mobil gunakan busi, ” kata Gun Gun selagi dimintai info oleh petugas di Mapolsek Padalarang, Kamis (16/11/2017) .

Diakui dia terpaksa sekali melaksanakan aksinya itu dikarenakan himpitan ekonomi serta tdk punya duwit buat makan keseharian.

Pada akhirnya dengan bekal pengetahuan yang dipelajarinya dari internet, dia mengajak temannya buat mengambil beberapa barang punya nilai. Modusnya dengan mengincar mobil kosong yang ditinggal pemiliknya serta terparkir ditempat sepi.

Kapolres Cimahi AKBP Rusdy Pramana Suryanagara didampingi Kapolsek Padalarang Kompol Hartomo mengungkap, perbuatan pemeran sudah terlalu bikin resah.

Sebab tidak cuman di lokasi Padalarang mereka juga sudah melaksanakan perbuatan sama di lokasi Parongpong Cisarua, KBB, dan di Kota Bandung.

” Tindakan paling akhir banyak pemeran dijalankan kepada mobil Honda BRV dengan no polisi B 2923 SKO berwarna merah yang tengah parkir di halaman Masjid Al Irsyad, ” tukasnya.

Rusdy mengemukakan, perbuatan pemeran dijalankan pada Rabu (1/11/2017) lebih kurang waktu 11. 45 WIB. Dari mobil korban punya Elvira Soekadis itu pemeran ambil duwit sejumlah

Tindakan pemeran terekam camera CCTV yang ada di tempat di mana pemeran memanfaatkan kendaraan rental Toyota Avanza no polisi D 1762 PC dalam beraksi. ” Beberapa pemeran dapat dijerat Pasal 363 KUH Pidana dengan ancaman tujuh th. penjara, ” sebutnya.

Waktu ini pihaknya masih tetap meningkatkan persoalan ini dikarenakan tdk tutup peluang terdapatnya pemeran beda. Atas peristiwa ini, Rusdy memohon penduduk bijak dalam memakai berita di medsos atau internet. Jangan lantas internet jadikan bahan evaluasi buat beberapa hal yang negatif serta melakukan hal kriminalitas