Terungkap Perkara Kayu Olahan Ilegal Di Nunukan Oleh KLHK

Terungkap Perkara Kayu Olahan Ilegal Di Nunukan Oleh KLHK – Kementerian Lingkungan Hidup serta Kehutanan (KLHK) lewat Ditjen Penegakan Hukum (Gakkum) LHK lokasi Kalimantan mengambil alih 2. 089 kayu olahan ilegal di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Kayu olahan itu datang dari tiga terduga pemrosesan kayu ilegal yg saat ini udah ditahan di Rutan Polresta Samarinda.

Awal mulanya, penyidik Grup Polisi Kehutanan Reaksi Cepat (SPORC) Brigade Enggang Lokasi Kalimantan Timur amankan tiga terduga pemrosesan kayu olahan ilegal itu di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara pada Rabu (10/7/2019) lebih kurang jam 9. 30 WITA. Tiga terduga itu berinisial N (51) dari Nunukan, RH (56) dari Nunukan, serta Y (57) dari Balikpapan dan setelah itu dapat diolah selanjutnya oleh PPNS Balai Gakkum LHK lokasi Kalimantan.

Polresta Samarinda udah amankan tiga tanda untuk bukti berwujud dua area penampungan atau tumpukan kayu olahan, 2. 089 potong sortimen papan atau balok kayu dengan beberapa model serta ukuran, dan dua unit circle saw. Olahan kayu itu langsung diberikan ke KPHP Nunukan, Dinas Kehutanan Kalimantan Utara.

” Penyidik Gakkum LHK menangkap ke-tiga terduga dengan Kasus 83 Ayat 1 Huruf b Jo Kasus 12 Huruf e Undang-Undang No 18 Tahun 2013 terkait Mencegahan serta Pemberantasan Perusakan Rimba dengan ultimatum pidana penjara paling singkat 1 tahun serta paling lama 5 tahun dan denda paling dikit Rp 500 juta serta terbanyak Rp 2, 5 miliar, ” demikian info terdaftar KLHK yg diterima, Sabtu (13/7/2019) .

Perkara ini diawali dari laporan orang di hari Jumat, (5/7/2019) , lebih kurang jam 10. 20 WITA yg memberikan ada kesibukan penampungan serta perdagangan kayu olahan ilegal di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Setelah itu di hari Sabtu, (6/7/2019) , Balai Gakkum Kalimantan turunkan club buat mengecek laporan itu di lapangan.

Selanjutnya di hari Rabu, (10/7/2019) , lebih kurang jam 9. 30 WITA, club SPORC Brigade Enggang menggerebek dua usaha penampungan serta perdagangan kayu olahan ilegal itu.

Terungkapnya perkara ini sebagai kerja sama di antara Balai Gakkum LHK Lokasi Kalimantan dengan Polda Kalimantan Utara dalam soal ini Polres Nunukan serta KPHP Nunukan, Dinas Kehutanan Kalimantan Utara.